Mukadimah
Dulu, kita saling melengkapi kekosongan bersama, menjalani hari hitam dan putih. Lalu, sesampainya di persimpangan jalan, aku memilih jalan ke kanan, kau terus maju ke depan, aku tertinggal, kau semakin hebat. Bertahun-tahun aku lewati denganmu, hingga kini ku merindu ingin kembali bersamamu, menuliskan semua apa yang terjadi dan dialami. Wahai blog, izinkan aku berteman denganmu kembali, meski lukamu masih membekas semenjak ku tinggal kau di persimpangan jalan. Mungkin, aku saat itu terbuai bunga mawar yang merona di taman dan membuatku memilih jalan sendiri berpisah darimu.
0 comments:
Post a Comment